<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Bambang Setiawan on Management Comments</title>
	<link>http://bsetiawan55.blogsome.com</link>
	<description>Collection of Indonesian Cases dan Problems on Management</description>
	<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:04:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Administrator</title>
		<link>http://bsetiawan55.blogsome.com/2009/08/15/dengan-motor-aku-protes/#comment-10</link>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 16:34:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://bsetiawan55.blogsome.com/2009/08/15/dengan-motor-aku-protes/#comment-10</guid>
					<description>Seperti yang saya tulis, para pengambil kebijakan dalam bidang transportasi mereka memutuskan sesuatu di dalam kamarnya yang berAC. Mereka tidak tahu rasanya berada dalam angkutan kota. Sepeda motor dianggap sebagai gangguan. Wartawan selalu mewawancara orang yang bermobil, belum pernah mewawancara pengendara motor. Yang dimuat dalam surat pembaca selalu pengendara mobil yang terganggu oleh motor. Sulit kita mempunyai empati kalau kita tidak mengalaminya sendiri. Jadi kalau mau jadi perencana transportasi kota, seharusnya mengalami dulu berada dalam posisi yang paling tidak beruntung di kota ini ... jadilah orang miskin ... jadilah orang tidak punya mobil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Seperti yang saya tulis, para pengambil kebijakan dalam bidang transportasi mereka memutuskan sesuatu di dalam kamarnya yang berAC. Mereka tidak tahu rasanya berada dalam angkutan kota. Sepeda motor dianggap sebagai gangguan. Wartawan selalu mewawancara orang yang bermobil, belum pernah mewawancara pengendara motor. Yang dimuat dalam surat pembaca selalu pengendara mobil yang terganggu oleh motor. Sulit kita mempunyai empati kalau kita tidak mengalaminya sendiri. Jadi kalau mau jadi perencana transportasi kota, seharusnya mengalami dulu berada dalam posisi yang paling tidak beruntung di kota ini &#8230; jadilah orang miskin &#8230; jadilah orang tidak punya mobil.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: djoko hardoyo</title>
		<link>http://bsetiawan55.blogsome.com/2009/08/15/dengan-motor-aku-protes/#comment-9</link>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 11:25:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://bsetiawan55.blogsome.com/2009/08/15/dengan-motor-aku-protes/#comment-9</guid>
					<description>Kalau baca sekilas, orang mengira yang menulislah pelakunya. Betul?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kalau baca sekilas, orang mengira yang menulislah pelakunya. Betul?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: harith</title>
		<link>http://bsetiawan55.blogsome.com/2008/05/13/porter-traffic-transport/#comment-4</link>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:52:23 +0100</pubDate>
		<guid>http://bsetiawan55.blogsome.com/2008/05/13/porter-traffic-transport/#comment-4</guid>
					<description>Menarik sekali artikel Pak Bambang, namun saya ingin berdiskusi tentang determinan no.4 bahwa pemasok tetap menjadi pemasok. Sekilas memang lebih menguntungkan demikian. Namun yang saya dengar akhir2 ini pemasok ingin menjadi pemain juga. 

Karena permintaan akan mobil angkutan menurun, pemasok berusaha mendapatkan izin trayek dari pemerintah dari trayek yang seharusnya sudah overload, jadilah dealer juga ikut memasarkan izin trayek ketika sseorang membeli unit kendaraan.

Selain itu kira2 apalagi ya, permasalahan angkutan darat jika dilihat dari sudut persaingan usaha, mengingat institusi kami sedang meneliti masalah ini. Mohon tanggapannya. Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Menarik sekali artikel Pak Bambang, namun saya ingin berdiskusi tentang determinan no.4 bahwa pemasok tetap menjadi pemasok. Sekilas memang lebih menguntungkan demikian. Namun yang saya dengar akhir2 ini pemasok ingin menjadi pemain juga. </p>
	<p>Karena permintaan akan mobil angkutan menurun, pemasok berusaha mendapatkan izin trayek dari pemerintah dari trayek yang seharusnya sudah overload, jadilah dealer juga ikut memasarkan izin trayek ketika sseorang membeli unit kendaraan.</p>
	<p>Selain itu kira2 apalagi ya, permasalahan angkutan darat jika dilihat dari sudut persaingan usaha, mengingat institusi kami sedang meneliti masalah ini. Mohon tanggapannya. Trims
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
