Bambang Setiawan on Management

26 May 2008

Soal Ujian Manajemen Finansial

Filed under: 05 Financial Mgt - Administrator @ 3:09 am

Institut Pertanian Bogor
Program Studi Magister Manajemen Agribisnis
Angkatan Eksekutif 7

Mata Kuliah : Manajemen Finansial
Waktu : 120 menit
Sifat : open book

——————————————————————————————————————————
Dari 5 (lima) soal berikut, pilih dan kerjakan hanya 3 (tiga) soal saja. Pilihan selebihnya tidak dinilai.

Soal 1
PT Nanas Madu Indonesia menjual produk olahan nanas berupa nanas kalengan ke luar negeri. Pada saat krisis moneter lalu, dimana kurs USD 1.00 mencapai Rp 15.000,- perusahaan memperoleh keuntungan selisih kurs yang sangat besar. Manakala rupiah menguat hingga mencapai Rp 8.450 per US$ 1.00, maka keuntungan yang tadinya dinikmati menjadi hilang. Bahkan terjadi kerugian selisih kurs yang cukup berarti dalam beberapa bulan kemudian. Bercermin pada pengalaman tersebut, maka perusahaan menempuh upaya lain agar tidak lagi menderita selisih kurs yang besar.
Dari pergerakan naik turunnya kurs tersebut, manajemen perusahaan berkeyakinan, bahwa 65% dari perubahan kurs tersebut disebabkan oleh perbedaan tingkat inflasi Indonesia dan Amerika Serikat; sedangkan sisanya karena perbedaan tingkat suku bunga.
Pada tanggal 1 April 2000 perusahaan menjual barangnya dengan harga Rp 542.390.625,-. Dengan Kurs pada saat itu Rp 7.250, maka kontrak ditandatangani sebesar US$ 75.000.
Seperti biasanya PT Pineapple Indonesia menjual barangnya dengan syarat net 30, atau permbayaran dalam jangka waktu 30 hari.
Perhitungan US$ 75.000 adalah sebagai berikut.
Harga jual dalam dolar US$ 75,000.00
Biaya negosiasi L/C (0,25%) US$ 187,50
Hasil bersih penjualan US$ 74,812.50
Kurs (7.250 – 7.640) Rp 542.390.625

Jika diketahui bahwa tingkat inflasi Indonesia adalah -1,0% (deflasi) dalam bulan April sedangkan di Amerika adalah 4% per tahun; dan tingkat bunga rupiah 12% per annum sedangkan bunga dolar (AS) 5% per annum.

Diminta :
(1) Hitunglah expected kurs rupiah per dolar pada 1 Mei 2000
(2) Tindakan apakah yang sebaiknya dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk mencegah kemungkinan kerugian selisih kurs :
(a) mendiskontokan L/C tersebut, kemudian mendepositokan dalam rupiah untuk jangka waktu 1 bulan,
(b) meminjam dalam dolar untuk kemudian didepositokan dalam rupiah untuk jangka waktu satu bulan, atau
(c) membiarkan saja, untuk diterima dolarnya sebulan lagi kemudian baru ditukarkan ke rupiah.
Atas pilihan anda, sertakan argumentasi yang mendukung!
Catatan : anggap tingkat bunga di atas berlaku untuk diskonto ataupun pinjaman dan deposito.

Soal 2
Economic order quantity.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi, PT Angin Gubung di Bogor berupaya untuk menerapkan konsep Economic Order Quantity terhadap persediaan. Untuk itu telah dipersiapkan data sebagai berikut.

Pemakaian bahan baku tahun buku 1999 (dalam kilogram)
Jan 24.000 Mei 27.000 Sep 25.000
Feb 28.000 Jun 25.000 Okt 26.000
Mar 27.000 Jul 24.000 Nov 28.000
Apr 26.000 Agu 25.000 Des 26.000

Biaya pengadaan persediaan adalah 7,5% dari harga bahan. Tahun 2000 harga bahan diperkirakan stabil sebesar Rp 36.000 per kg.
Biaya pembelian Rp 900.000 untuk setiap kali beli. Manajemen menetapkan bahwa kebutuhan setiap bulan dalam tahun 2000 adalah sebesar rata-rata pemakaian 1999 dan deviasi rata-rata pemakaian tahun 1999 ditetapkan sebagai persediaan besi (safety stock).

Diminta :
(1) Hitunglah jumlah pemakaian rata-rata dan deviasi tahun 1999
(2) Hitunglah kebutuhan total untuk tahun 2000
(3) Hitunglah total inventory cost (TIC) jika tahun 2000 pembelian dilakukan sebanyak 2 kali; 4 kali; 6 kali; 8 kali
(4) Hitunglah EOQ teoritis
(5) Hitunglah EOQ praktis (yang akan diterapkan), jika pembelian harus dilakukan dalam kelipatan 5.000 kg
(6) Hitunglah TIC jika EOQ praktis dilaksanakan.
(7) Jika saat ini supplier menawarkan sistem JIT (just in time) dengan harga Rp 36.500 per kg, apakah tawaran itu diterima?
(8) Buatlah rencana pemesanan kembali (re-order point) jika EOQ praktis (soal 5)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King