New Users … New Uses … New Usage
Supaya total market dari satu produk main besar, produsen (terutama yang dominan) biasanya mencari akal agar muncul new users, new uses dan atau new usage.
Kalau saat ini kebanyakan peminum kopi adalah orang tua, maka iklannya dibuat sedemikian sehingga menyarankan agar remaja juga minum kopi. Disini produsen berusaha menciptakan news users.
Produsen teh Sariwangi sampai membuat booklet berisi resep-resep kue yang menggunakan teh sebagai bahannya. Dengan kata lain, produsen menyarankan ibu-ibu agar menggunakan teh untuk kegunaan selain minuman. Disini produsen berusaha menciptakan new uses.
Ada kegunaan baru dari SMS selain komunikasi. Yaitu … memberi dukungan agar penyanyi favorit kita dapat menjadi juara dalam AFI, Indonesian Idol, KDI dan lain-lain. Dengan ini juga artinya produsen menciptakan more uses.
Dengan SMS juga dapat melakukan transaksi perbankan.
Produsen pasta gigi dengan iklannya pernah menyarankan konsumen untuk menutup semua ujung bulu sikat gigi oleh pasta, agar efektif pembasmian kumannya katanya. Padahal kita biasa merocotin seujung kuku kelingking saja. Ini adalah new usage
Seringkali idenya datang dari konsumen sendiri. Produsen mentega pernah bikin sayembara segala.
Beberapa hari yang lalu saya ketemu seorang teman alumni ITB yang mempunyai pabrik blender. Saya sarankan dia supaya lewat iklan atau SPGnya (sales promotion girl) memberitahu konsumennya supaya menggunakan blender untuk meramu sambal dan bumbu menggunakan blender. Supaya tidak campur-campur baunya, satu rumah kalau bisa punya tiga : satu untuk makanan bayi, satu untuk bikin juice dan susu kacang kedelai buat ibu, satu untuk pembatu kalau mau bikin sambal dan bumbu. Untuk bapa, silahkan pakai yang kecilnya untuk bikin bubuk kopi sendiri dari biji kopi.
