Bambang Setiawan on Management

2 July 2005

New Users … New Uses … New Usage

Filed under: 03 Marketing Mgt - Administrator @ 11:05 am

Supaya total market dari satu produk main besar, produsen (terutama yang dominan) biasanya mencari akal agar muncul new users, new uses dan atau new usage.

Kalau saat ini kebanyakan peminum kopi adalah orang tua, maka iklannya dibuat sedemikian sehingga menyarankan agar remaja juga minum kopi. Disini produsen berusaha menciptakan news users.

Produsen teh Sariwangi sampai membuat booklet berisi resep-resep kue yang menggunakan teh sebagai bahannya. Dengan kata lain, produsen menyarankan ibu-ibu agar menggunakan teh untuk kegunaan selain minuman. Disini produsen berusaha menciptakan new uses.

Ada kegunaan baru dari SMS selain komunikasi. Yaitu … memberi dukungan agar penyanyi favorit kita dapat menjadi juara dalam AFI, Indonesian Idol, KDI dan lain-lain. Dengan ini juga artinya produsen menciptakan more uses.

Dengan SMS juga dapat melakukan transaksi perbankan.

Produsen pasta gigi dengan iklannya pernah menyarankan konsumen untuk menutup semua ujung bulu sikat gigi oleh pasta, agar efektif pembasmian kumannya katanya. Padahal kita biasa merocotin seujung kuku kelingking saja. Ini adalah new usage

Seringkali idenya datang dari konsumen sendiri. Produsen mentega pernah bikin sayembara segala.

Beberapa hari yang lalu saya ketemu seorang teman alumni ITB yang mempunyai pabrik blender. Saya sarankan dia supaya lewat iklan atau SPGnya (sales promotion girl) memberitahu konsumennya supaya menggunakan blender untuk meramu sambal dan bumbu menggunakan blender. Supaya tidak campur-campur baunya, satu rumah kalau bisa punya tiga : satu untuk makanan bayi, satu untuk bikin juice dan susu kacang kedelai buat ibu, satu untuk pembatu kalau mau bikin sambal dan bumbu. Untuk bapa, silahkan pakai yang kecilnya untuk bikin bubuk kopi sendiri dari biji kopi.

IQ Rata-rata Nasional

Filed under: 18 Stress Mgt - Administrator @ 9:57 am

Di tiap bangsa selalu ada cerita yang mengolok-ngolok bangsa lain. Kita harus hati-hati menceritakannya, lihat dulu siapa lawan bicara, jangan sampai menyinggung.

Ini adalah cerita dari kenalan, seorang Belanda.

Untuk tujuan ilustrasi satu konsep, seorang dosen statistik bertanya pada mahasiswanya : “Apa yang terjadi kalau seorang profesor dari Belgia, beremigrasi ke Belanda ?”

Tidak ada mahasiswa yang menjawab.

Lalu dijawab sendiri oleh si dosen :”Yang terjadi adalah IQ rata-rata di kedua negara menjadi turun.”

Efek Rumah Katsa

Filed under: 18 Stress Mgt - Administrator @ 9:55 am

Setelah membaca berita banjir di Jakarta beberapa waktu yang lalu, Pak Herbang - teman saya - berkomentar seperti berikut.

“Aku sudah bilang dari dulu. Inilah akibat ulah si Tambunan waktu dia bekerza di DKI.”
“Apa salah si Tambunan ini, Pak Herbang ? Pagi-pagi kok sudah marah-marah.”
“Waktu dia bekerza di DKI … dialah yang mengeluarkan izin pembangunan gedung-gedung tinggi sepanzang zalan Thamrin, Sudirman dan Kuningan itu.”
“Terus … apa hubungannya pembangunan gedung-gedung tinggi itu dengan banjir, Pak Herbang ?”
“Yaa tentu adalah … kalau kita lihat gedung-gedung itu ‘kan semua dilapis dengan kaca luarnya. Ini semua menimbulkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca ituuuu ….. ya banzirlah artinya. Jadi nanti Ancol akan tenggelam. Pluit zuga.”

Berhari-hari saya memikirkan hal ini. Apakah betul begitu maksud efek rumah kaca itu ? Rasanya bukan begitu yang dipelajari waktu kuliah.
Tapi kok Pak Herbang begitu yakin dengan pendapatnya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King